Apakah Bitcoin sah?

Apakah Bitcoin sah?

Sepengetahuan kami, Bitcoin belum dinyatakan ilegal di sebagian besar negara. Meskipun ada beberapa negara (seperti Argentina dan Rusia) yang secara ketat melarang mata uang asing. Negara lain (seperti Thailand) membatasi izin entitas mata uang tertentu seperti pertukaran Bitcoin.

Para pembuat kebijakan dari berbagai negara tengah mengambil langkah untuk menyediakan peraturan bagi individu dan bisnis mengenai bagaimana mengintegrasikan teknologi baru ini dengan peraturan sistem finansial formal. Contohnya, Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), sebuah biro di Departemen Keuangan Amerika Serikat, menerbitkan panduan lepas mengenai bagaimana pemerintah menangani aktivitas tertentu terkait mata uang virtual.

Apakah Bitcoin bisa digunakan untuk aktivitas ilegal?

Bitcoin adalah uang, dan uang selalu digunakan untuk tujuan sah maupun ilegal. Uang tunai, kartu kredit dan sistem perbankan saat ini secara luas melampaui Bitcoin dalam hal penggunaan untuk kegiatan kriminal. Bitcoin dapat membawa inovasi yang signifikan dalam sistem pembayaran dan keuntungan inovasi tersebut sering dianggap jauh melampaui potensi kekurangan Bitcoin.

Bitcoin didesain sebagai langkah besar untuk membuat uang menjadi lebih aman dan sekaligus berfungsi sebagai bentuk perlindungan terhadap kejahatan keuangan. Sebagai contoh, bitcoin sama sekali tidak bisa dipalsukan. Pengguna memiliki kontrol penuh atas pembayaran mereka dan tidak bisa menerima tagihan yang tidak mereka setujui seperti yang bisa terjadi pada pembobolan kartu kredit. Transaksi bitcoin tidak bisa dibatalkan dan kebal terhadap penipuan chargeback. Bitcoin memungkinkan uang menjadi lebih aman dari pencurian dan risiko kehilangan dengan menggunakan mekanisme yang sangat kuat seperti pencadangan, enkripsi dan tanda tangan berganda.

Beberapa kekhawatiran timbul mengenai peluang Bitcoin digunakan oleh kriminal karena sifatnya yang dapat dibelanjakan untuk pembayaran pribadi dan tidak dapat dibatalkan. Meski demikian, sebenarnya peluang ini telah ada dengan pembayaran uang tunai dan transfer bank, yang telah digunakan sejak lama. Penggunaan Bitcoin tentunya akan mengikuti peraturan serupa yang telah ada dalam sistem finansial saat ini, dan Bitcoin tidak akan menghalangi berjalannya investigasi kriminal. Secara umum, terobosan baru biasanya memang dianggap kontroversial sebelum berbagai keuntungannya dimengerti sepenuhnya oleh publik. Internet adalah contoh kasus yang baik untuk menggambarkan hal ini.

Bisakah Bitcoin diregulasi?

Protokol Bitcoin tidak dapat dimodifikasi tanpa kerjasama dari hampir keseluruhan penggunanya, yang dapat memilih perangkat lunak apa yang ingin mereka gunakan. Berusaha memberikan hak khusus pada otoritas lokal pada dasarnya mustahil dilakukan dalam jaringan Bitcoin global. Sebuah organisasi kaya dapat berinvestasi dalam perangkat keras penambangan untuk mengontrol separuh kekuatan penghitungan dari jaringan dan menjadi mampu untuk memblokir atau membatalkan transaksi-transaksi terbaru. Namun, tidak ada garansi bahwa mereka dapat mempertahankan kemampuan tersebut karena membutuhkan dana investasi yang setara dengan semua penambang di dunia.

Meski demikian, tetap mungkin untuk mengatur penggunaan Bitcoin seperti halnya mengatur instrumen keuangan lainnya. Sama seperti dolar, Bitcoin dapat digunakan untuk berbagai tujuan, beberapa diantaranya mungkin dianggap legal ataupun ilegal tergantung hukum yang berlaku di suatu negara. Terkait hal itu, Bitcoin tidak berbeda dari perangkat atau sumber daya lain yang harus mengikuti peraturan yang berbeda-beda dalam tiap negara. Bitcoin juga dapat dipersulit dengan adanya peraturan ketat, sehingga sulit untuk menentukan berapa persen dari pengguna akan tetap menggunakan teknologi ini. Pemerintahan yang melarang Bitcoin akan mencegah bisnis dan pasar domestiknya berkembang, sehingga menggeser peluang inovasi ke negara lain. Tantangan bagi pembuat kebijakan, seperti yang selalu terjadi, adalah mengembangkan solusi yang efisien tanpa menghambat pertumbuhan bisnis dan pasar yang baru muncul.

Bagaimana dengan Bitcoin dan pajak?

Bitcoin bukanlah mata uang fiat dengan status sah di negara manapun, tetapi seringkali tetap terikat pada aturan kewajiban pajak terlepas dari media uang yang digunakan. Ada berbagai macam undang-undang di banyak negara yang dapat menyebabkan pajak pendapatan, penjualan, penggajian, laba, atau bentuk lain dari kewajiban pajak muncul dengan Bitcoin.

Bagaimana dengan Bitcoin dan perlindungan konsumen?

Bitcoin membebaskan penggunanya untuk bertransaksi dengan aturan mereka sendiri. Setiap pengguna dapat mengirim dan menerima pembayaran dalam cara yang mirip dengan uang tunai, tetapi mereka juga dapat mengambil bagian dalam kontrak yang lebih rumit. Tanda tangan berganda memungkinkan transaksi untuk dapat diterima oleh jaringan hanya jika sejumlah orang dalam kelompok tertentu setuju untuk menandatangani transaksi. Hal ini memungkinkan layanan mediasi sengketa inovatif untuk dikembangkan di masa depan. Layanan tersebut dapat memungkinkan pihak ketiga untuk menyetujui atau menolak transaksi dalam kasus perselisihan antara pihak-pihak lain tanpa memiliki kontrol atas uang mereka. Berbeda dengan uang tunai dan metode pembayaran lainnya, Bitcoin selalu meninggalkan bukti publik bahwa transaksi itu terjadi, yang dapat berpotensi digunakan dalam bukti penelusuran terhadap bisnis dengan praktik penipuan.

Perlu dicatat bahwa meski penjual biasanya bergantung pada reputasi publik mereka untuk mempertahankan bisnis dan menggaji karyawan, namun mereka tidak memiliki akses ke level informasi yang sama saat berhubungan dengan pelanggan baru. Cara kerja Bitcoin memungkinkan individu dan pelaku bisnis untuk dilindungi dari penipuan dan chargeback, sembari memberikan pilihan kepada konsumen untuk meminta pengamanan lebih saat mereka tidak mempercayai penjual tertentu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *